Jumat, 06 April 2018

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI



LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

KANTOR DESA KERUBUNG JAYA








                                                                  Oleh :

NAMA                                           : Wijiyanti
                        NIS                                                : 9028
                        KELAS                                         : XIl (Duabelas)
                        KOMPETENSI  KEAHLIAN       : Teknik Komputer Dan Jaringan







SMK NEGERI 1 RENGAT
KABUPATEN INDRAGIRI HULU
TAHUN 2016




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   




HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

KANTOR DESA KERUBUNG JAYA







NAMA                                           : Wijiyanti
                        NIS                                                : 9028
                        KELAS                                         : XIl (Duabelas)
                        KOMPETENSI  KEAHLIAN       : Teknik Komputer Dan Jaringan

Disahkan dan disetujui oleh:
                                                                                                     

          Pimpinan Perusahaan/kantor                             Pembimbing



                                      ZAINAL ABIDIN                                 IKAH HIDAYAH          
                                                                                                      






                                                                                                                                        

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini Disampaikan untuk Memenuhi Persyaratan
Penyelesaian Praktek Kerja Industri SMK Negeri 1 Rengat
Tahun pelajaran : 2015-2016





NAMA                                           : Wijiyanti
                        NIS                                                : 9028
                        KELAS                                         : XIl (Duabelas)
                        KOMPETENSI  KEAHLIAN       : Teknik Komputer Dan Jaringan





 Disahkan Dan Disetujui Oleh:

                       




                     Kepala SMK Negeri 1 Rengat                             Guru Pembimbing




                     Drs. H.ADI MIRWAN                                     Drs. ZURIATI,M.P
                     NIP. 19650801 199512 1 001                           NIP. ..............................







KATA PENGANTAR

         Puji syukur saya ucapkan kepada ALLAH SWT, karena dengan rahmat dan karunianya Penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang telah dilaksanakan di Kantor Desa Kerubung Jaya . Laporan ini disusun sebagai salah satu persyaratan mengikuti Uji Kompetensi di SMKN 1 Rengat Tahun Pelajaran 2016 – 2017.     
 Kegiatan Prakerin dimaksudkan sebagai salah satu bekal dalam memasuki jenjang dunia usaha atau dunia industri dan untuk memupuk sikap mental yang lebih baik dalam melaksanakan kewajiban sebagai penerus bangsa sehingga mampu dan siap bekerja. 
    Sehubungan dengan terlaksananya Prakerin ini tidak terlepas dari bantuan dan dorongan dari semua pihak secara moril maupun materil, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
 1.        Kedua  orang tua tercinta yang selalu memberikan motivasi selama praktek kerja industri            (PRAKERIN)
2.        Bapak  Zainal Abidin selaku pemimpin KANTOR DESA KERUBUNG JAYA
3.        Bapak Drs. H. Adi Mirwan selaku kepala SMKN 1 Rengat
4.        Ibu Ikah Hidayah selaku Pembimbing Pelaksanaan Praktek Kerja Industri        (PRAKERIN).
5.        Bapak/Ibu Sri Gusti Suciyani S.KOM selaku Ketua Jurusan TKJ ( Teknik Komputer Dan Jaringan ) SMKN 1 Rengat
6.        Semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun bagi pembaca dan masyarakat umum, semoga laporan ini bermanfaat.                                                                                 
                                                                                                            Rengat, 31 Agustus  2016
   
 Wijiyanti
DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN INDUSTRI
HALAMAN PENGESAHAN SEKOLAH
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB l PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Praktek Kerja Industri(Prakerin)
1.2. Tujuan Praktek kerja Industri(Prakerin)
1.3. Tujuan Pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri
1.4. Batasan Masalah
1.5. Tempat dan Waktu

BAB ll TINJAUAN UMUM TENTANG PERUSAHAAN
         2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
               2.1.1. Visi
               2.1.2. Misi
               2.1.3. Moto
         2.2. Kepegawaian dan Disiplin Kerja
               2.2.1. Pasal 1(Kepegawaian)
               2.2.2. Pasal 1(Disiplin Kerja)
         2.3. Struktur Organisasi

BAB lll JUDUL LAPORAN( ISI LAPORAN)
         3.1. Sekilas Mengenai  Pekerjaan pada saat PRAKERIN
         3.2. Penjelasan Tentang Alat dan Bahan          
         3.3. Proses 

BAB lV PENUTUP
         4.1. Kesimpulan
         4.2. Saran

LAMPIRAN
1.      Jurnal kegiatan
2.      Absensi
3.      Foto kegiatan

DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
  Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu Sub Sistem Pendidikan  Nasional, memiliki kedudukan sangat penting dalam fungsi menyiapkan tenaga kerja terampil untuk menunjang system pendidikan nasional. Upaya penyiapan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, didekati melalui kebijakan“link and match” adalah penyelenggaraan kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
 Pada dasarnya Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan penyelenggaraan yang mengintegrasikan secara tersistem pendidikan dunia usaha dan industry. Pengintegrasian kegiatan pendidikan ini akan menghilangkan perbedaan standar nilai sekolah dan dunia kerja serta sekaligus mendekatkan supply dan demand ketenaga kerjaan.
  Landasan pelaksanaan kegiatan Praktek kerja Industri (Prakerin) Sekolah menengah Kejuruan (SMK) di dasarkan atas arahan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993 dan ketentuan dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasioanl serta peraturan-peraturan pendukungnya antara lain :
1.        GBHN
Meningktakan kualitas tenaga kerja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat serta Badan Usaha yang memakai tenaga kerja.
2.        UU SPN No. 2 tahun 1989 Ban W Pasal (1)
Penyelenggaraan pendidikan pelaksanaan dua jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
3.        PP No. 39 Bab III Pasal 4 Butir (3)
Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Nasional dapat berbentuk pemberian kesempatan magang dan/atau latihan kerja.
4.        Kep. Mendikbud No. 4990/U/1992 Pasal 33 Butir (6)
Kerjasama SMK dengan dunia usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia usaha yang diusahakan dengan azas saling menguntungkan. Kerjasama SMK dengan dunia usaha antara lain meliputi Praktek Kerja Industri (Prakerin) dan magang.
1.2.  Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
       Prakerin pada dasarnya merupakan kegiatan intrakurikuler, harus dilaksanakan oleh setiap peserta diklat secara individu.
        Dengan pengaturan organisasi an pola penyelenggaraan pendidikan SMK perlu membentuk proses kegiatan atau seluruh komponen keahlian dan kejuruan dalam bentuk latihan kerja didunia kerja.
      Meningkatkan pemahaman dan pemantapan serta mengembangkan peserta diklat yang di dapat disekolah dan menerapkan di dunia usaha.
        Meningkatkan keterampilan berupa penguasaan kemampuan professional kejuruan peserta diklat.
1.3.Tujuan Pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
      Adapun tujuan pembuatan laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini adalah :
1.      Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan atau pengalaman dalam bentuk tulisan tersusun secara sistematik atau kronologi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar ;
2.      Peserta didik mampu mencari alternative pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studinya yang terungkap dalam laporan tertulis ;
3.      Memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dari Dunia Usaha / Dunia Industri (DU/DI) ke sekolah.
1.4.  Batasan Masalah
        Dalam laporan pelaksanaan Prakerin ini tidak ada kendala atau masalah disaat pelaksanaan Prakerin.
1.5. Tempat dan Waktu
       Adapun tempat Prakerin peserta pada KANTOR DESA KERUBUNG JAYA
 dengan waktu praktek 01 Juni sampai 31 Agustus 2016.


BAB II
TINJAUAN UMUM TENTANG PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Desa Kerubung Jaya adalah salah satu nama desa dalam wilayah Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri hulu, pada awal nya desa Kerubung Jaya merupakan Desa Transmigrasi pada tahun 1983 saat itu bernama UPT DK 3 / UPT V BELILAS III berpenduduk sebanyak 475 KK, Kemudian pada tahun 1987 Departemen Transmigrasi menyerahkan UPT V kepada Pemerintah Daerah dan di beri nama DESA KERUBUNG JAYA dan pada tahun 1988 Desa Kerubung Jaya di tetapkan menjadi desa defenitip.
Desa Kerubung Jaya berasal di ambil dari sebuah nama sungai “Kerubung”  jaya artinya kejayaan.
Pencetus : para sesepuh / tokoh masyarakat Kerubung  Jaya
Struktur Organisasi
KEPALA DESA
ZainalAbidin

SEKDES
Supriadi
Kaurpem
Sukimin
kaurPemb
Miswan
kaurkesr
Subari
BPD
KETUA
Supriadi

WAKIL KETUA
Sugito
SEKRETARIS
Srianto
kaur um
Ikah.h
Kaurkeu
Saelan
 










ANGGOTA
Kusmin
                                                                          

ANGGOTA
Waltoyo
ANGGOTA
Sumber
KADUS I
Haryono

KADUS II
Ganimin

KADUS III
Gampang
KADUS IV
Tasmanto
KADUS V
Ratno.w
 





Sumber : Desa Kerubung Jaya
Gambar1 : Struktur organisasi Desa Kerubung Jaya

SOSIAL BUDAYA
1.      Upacara adat
Upacara adat yang sering di lakukan adalah Upacara Pernikahan Adat Jawa, saweran adat Sunda, Upacara Mituni (tujuh bulanan ibu hamil) dengan adat jawa, Upacara pemberian nama bayi (marhabanan/Barzanji), sedang Peringatan 1 syuro (1 Muharam) masyarakat desa Kerubung Jaya menggelar acara yang di pusatkan di masjid AL-MUHAJIRIN untuk beristighosah,
2.      Kerja sama dan solidaritas
Rasa Sosial, solidaritas masih tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat desa Kerubung Jaya sehingga kesadaran masyarakat untuk bergotong royong masih cukup tinggi, seperti gotong royong membersihkan lingkungan desa, gotong royong acara pesta/hajatan, gotong royong membuat pondasi/mendirikan rumah dan membantu jika ada masyarakat yang kemalangan (meninggal, sakit keras, tertimpa bencana dan lain-lain). Dalam hal ini Pemerintah Desa dan BPD dalam pembahasan dan penetapan APBDes selalu menyiapkan anggaran Pos Belanja Sosial Kemasyarakatan setiap tahunya.
3.      Konflik / keamanan
Berdasarkan hasil data padatahun 2009 dan 2010 hingga saat ini di Desa Kerubung Jaya tergolong rendah bahkan cenderung tidak ada, karena setiap masalah / konflik mampu di selesaikan di desa dengan cara kekeluargaan dan pemerintah desa memberikan hakotonom kepada koperasi untuk menentukan sangsi denda terhadap pelaku pencurian Pupuk dan TBS petani KKPA. Dan dalam rangka menjadikan desa Kerubung Jaya yang aman,tentram dan kondusif pemerintah desa senantiasa memberdayakan petugas keamanan yang ada (HANSIP/LINMAS) yang berjumlah 14 orang dan memfungsikan poskamling serta kelompok ronda.
4.      Situasi Umum orang Miskin
Sesuai dengan data pemerintahan Desa Kerubung Jaya, situasi kemiskinan masyarakat cenderung kepada masyarakat pendatang yang belum lama tinggal di Desa Kerubung Jaya dan hanya sebagian kecil saja masyarakat yang telah lama tinggal di desa Kerubung Jaya, dan kami Pemerintahan Desa selalu mengupayakan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang tergolong miskin dengan cara menginformasikan kepada seluruh masyarakat, pengusaha dan perusahaan yang ada di sekitar desa Kerubung Jaya, untuk memberikan dan menampung tenaga kerja sesuai dengan kemampuan / skill yang di milikinya, dan juga selalu mengajukan kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan-bantuan yang mengarah pada program Pengentasan Kemiskinan.
5.      Hiburan
Sumber / Jenis hiburan yang ada di desa Kerubung Jaya adalah :
1.      Televisi
2.      Radio
3.      KudaKepang
4.      jaipongan
5.      Organ Tunggal
6.      Qosidah
7.      Key board band jika ada pesta hajatan.
8.      Campur Sari

6.      Ekonomi dan sumber daya alam
Dengan adanya perkebunan Kelapa sawit pola KKPA sebanyak 1228 Ha dan Kebun Karet SRDP sebanyak 40 Ha dan juga kebun kelapa sawit pribadi + 10 Ha di desa Kerubung Jaya, mampu mendongkrak perekonomian masyarakat desa Kerubung Jaya, dari tahun ketahun ekonomi masyarakat semakin meningkat dan Koperasi sawit Usaha Manunggal yang merupakan motor penggerak perekonomian desa semakin eksis dan mampu menambah Unit-Unit Usaha seperti Simpan Pinjam, Saprotan, Tranportasi, waserda (mini market) dan lain-lain yang tujuanya tidak lain adalah untuk mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat desa Kerubung Jaya pada umumnya.
7.      Pendapatan / penghasilan
Pendapatan / penghasilan masyarakat Desa Kerubung Jaya sangatlah bervariasi hal ini di sebabkan karena mata pencaharian / profesi yang berbeda, ada yang disektor non formal seperti : buruh bangunan, buruh tani buruh perkebunan, petani sawit / karet dll, ada pula yang disektor  formal seperti : PNS, honorer, guru, tenaga medis dan  TNI/POLRI, akan tetapi bagi petani sawit / pemilik kebun kelapa sawit mereka biasa berpenghasilan rata-rata sebesar Rp. 2.000.000,- s/d Rp.2.500.000,- per Ha / bulan dan bagi petani karet berkisar Rp. 1.500.000,- s/d Rp. 2.000.000,- perHa / bulan. Sedangkan upah tenaga kerja / buruh panen sawit umumnya Rp.85.000,-s/d Rp.100.000,- per Ton, dan buruh potong / deres karet biasanya bagi hasil 50 % Pemilik kebun dan 50 % pekerja atau sesuai dengan kesepakatan yang di buatan tarape milik kebun dengan pekerja.
8.      Kondisi rumah penduduk
Rumah penduduk desa Kerubung Jaya saat ini sebagian besar permanent ,dan sebagian lainya semi permanent, dan berdinding Papan, menurut data pada tahun 2010 jumlah rumah di desa Kerubung Jaya sebanyak 736 rumah, rumah permanent berjumlah 359 rumah, rumah papan berjumlah 361 dan rumah semi permanent berjumlah 16 rumah.Penerangan di Desa Kerubung Jaya menggunakan Listrik PLN sejak tahun 2009 dan saat ini baru sekitar 85 % Rumah yang di aliri listrik PLN dengan Kwh meter sendiri sedang sebagian lainya belum memiliki Kwh di karenakan keterbatasan sambung baru dari pihak PLN.
9.      Politik
Desa Kerubung Jaya yang memiliki jumlah penduduk 2878 Jiwa adalah suatu desa dengan tingkat partisipasi politik yang stabil dan juga pemahaman politik warga masyarakat relatif. Namun yang menjadi catatan melalui hasil pengamatan sosialisasi bahwa dalam beberapa Pemilu yang diadakan di desa Kerubung Jaya mengalami masalah sebagai berikut :
Adanya anggota masyarakat yang tidak memberikan hak suara dalam pemilu (Golput)
Adanya rasa pasif sebagian anggota masyarakat dalam mengikuti kegiatan politik (Kampanye).
Dan untuk mengatasi masalah-masalah di atas, di perlukan pemahaman-pemahaman politik pada warga masyarakat Desa Kerubung Jaya khususnya kepada warga yang berpendidikan minim.
Dalam hal pemilu, warga masyarakat desa Kerubung Jaya tidak terlalu fanatic dengan parpol-parpol tertentu. Mereka tidak terfokus pada parpol-parpol tersebut melainkan lebih kepada kandidat yang di calonkan pada pemilu tersebut.
Walaupun demikian ,tidak menjadikan warga desa Kerubung Jaya untuk hidup berkelompok apalagi mementingkan kepentingan kelompok dengan adanya parpol yang ada di desa tersebut.
Berdasarkan deskripsi dari beberapa fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Kerubung Jaya mempunyai dinamika politik lokal yang bagus . Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan Pemimpin, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis kedalam kehidupan politik lokal. Tetapi minat terhadap politik nasional terlihat masih perlu di tingkatkan dengan diberikan penyadaran dan dilakukan sosialisasi kepada warga masyarakatakan pentingnya sebuah proses Demokrasi untuk perbaikan sistem pemerintahan demi kemajuan Bangsa dan Negara. Hal ini dapat dilakukan dengan memunculkan dan memberikan ruang bagi figur-figur Desa Kerubung Jaya untuk ikut ambil bagian dalam proses penjaringan Kader-kader dari salah satu Partai Politik peserta Pemilu sehingga dapat menempatkan wakil-wakil masyarakat dari Desa Kerubung Jaya di Legeslatif karena dengan jumlah pemilih terdaftar yang sudah semestinya masyarakat desa Kerubung Jaya dapat menempatkan perwakilan dalam Lembaga Legislatif di Kabupaten Inhu dengan demikian antusias masyarakat dalam mengikuti Pemilihan Umum dapat lebih ditingkatkan
2.1.1.      Visi
“ MEWUJUDKAN DESA KERUBUNG JAYA HARAPAN “
( INTELEKTUAL, DEMOKRATIS, AGAMIS, MODERAT, ASRI DAN NYAMAN )
2.1.2.      Misi
1.      Meningkatkan pendidikan masyarakat desa di berbagai bidang.
2.      Menyerap aspirasi masyarakat seluas-luasnya dalam menentukan arah pembangunan Desa (Buttom of planning).
3.      Peningkatan pembangunan Pendidikan yang berbasis Islam (PAUD,TK,PDTA,MTS,danTPA) di bawah Naungan Yayasan Desa/Peroangan serta sarana tempat ibadah lainya.
4.      Meningkatkan dan menciptakan masyarakat yang berwawasan luas dari segala aspek pembangunan desa.
5.      peningkatan lingkungan desa yang bersih indah dan sehat
6.      menciptakan masyarakat yang harmonis, aman dan tentram.
2.2.      Kepegawaian dan Disiplin Kerja
2.2.1   Pasal 1 (Kepegawaian
             Dalam peraturan kepegawaian ini yang dimaksud dengan:
 a. Pegawai adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diangkat dan diberi  penghasilan menurut ketentuan yang berlaku di perseroan, termasuk pegawai yang ditugas karyakan.
 b.Peraturan kepegawaian adalah ketentuan sebagaimana yang diatur dalam peraturan disiplin pegawai ini.
 c.  Pejabat yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah pejabat yang diberi wewenang menjatuhkan sanksi, yang selanjutnya dapat disingkat dengan PYBM.
d.  Sub unit pelaksana adalah unit organisasi pelaksana satu tingkat dibawah unit pelaksana.
 e.   Pimpinan adalah unit pejabat yang memimpin unit induk atau unit pelaksana.
2.2.2        Pasal  1 (Disiplin Kerja)
       Dalam peraturan disiplin pegawai ini yang dimaksud dengan:
       a.       Disiplin adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
       b.      Peraturan disiplin pegawai adalah ketentuan-keterntuan sebagaimana yang diatur dalam peraturan disiplin pegawai ini.
       c.       Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan atau perbuatan pegawai yang melanggar peraturan disiplin pegawai, baik yang dilakukan didalam maupun diluar jam kerja.
      d.      Sanksi disiplin adalah sanksi yang dijatuhkan kepada pegawai karena melanggar peraturan disiplin pegawai

BAB III
JUDUL LAPORAN ( ISI LAPORAN )
3.1.Sekilas mengenai Pekerjaan Pada saat PRAKERIN
Dalam pelaksanaan Prakerin ini saya membantu mengisi formulir KTP, KK, AKTE, Surat pindah dan mengisi prodeskel ( Profil Desa ). Selain itu saya juga membantu mengarsipkan data-data, fotocopy, mencetak foto, ngeprint, dan membersihkan ruangan kerja.
3.2.Penjelasan Alat dan Bahan
1.      Pena
2.      Kertas
3.      Pemotong kertas
4.      Hekter spidol
5.      Map
3.3.Proses
·         Langkah-langkah membuat KTP
1.       Fotocopy KK asli
2.      Fotocopy formulir F1-21
·         Langkah-langkah membuat Akte
1.      Fotocopy Ktp
2.      Fotocopy Kk
3.      Fotocopy surat nikah
4.      Fotocopy F1-16
5.      Surat kuasa
6.      Surat  keterangan kelahiran
7.      Surat keputusan kelahiran
·         Langkah – langkah membuat Kk
1.      Fotocopy surat ikah
2.      Fotocopy F1-01
3.      Fotocopy F1-15
4.      Kk asli kedua orang tua
·         Langkah – langkah membuat surat pindah
1.      Fotocopy F1-01
2.      Fotocopy F1-16
3.      Fotocopy F1-25 sampai F1-28
·         Langkah-langkah membuka prodeskel ( profil desa )
1.      Siapkan kk
2.      Hidupkan leptop / komputer
3.      Refresh 3 kali
4.      Hidupkan hotspot / wifi
5.      Buka aplikasi mozila / google chrome
6.      Lalu ketik Prodeskel
7.      Masukkan kata sandi dam g-mail
8.      Lalu masuk ke halaman prodeskel
9.      Lalu menginput data kk


BAB IV

PENUTUP
4.1.Kesimpulan
1. Melalui Prakerin siswa dapat memperoleh wawasan dan ketrampilan yang dapat di jadikan bekal untuk memasuki dunia kerja sebenarnya.
2. Siswa dapat mengetahui bagaimana cara membuat KTP KK DLL
3. Dalam bekerja harus disiplin dan tidak mengabaikan keselamatan kerja.



4.2. Saran
1.      Siswa peserta prakerin selanjutnya perlu ditempatkan ditempat-tempat yang sesuai dengan jurusan supaya bisa lebih mendalami dan menambah wawasan pengetahuan dari tempat prakerin tersebut.
2.      Sekolah harus lebih memperhatikan terhadap siswa yang sedang melaksanakan prakerin , dalam pelaksanaan dan dalam hal yang bersangkutan dengan perusahaan yang di tempati.
3.      Mungkin akan lebih jika pelaksanaan prakerin dipersiapkan terlebih dahulu dengan matang tidak mendadak, demi kelancaran kegiatan prakerin.

LAMPIRAN
1.      Jurnal Kegiatan
2.      Absensi
3.      Foto Kegiatan
DAFTAR PUSTAKA
1.      Internet,2015 pelaksanaan praktek kerja industry. http//prakerin.com
2.      Sumber dari pihak yang bersangkutan
3.      Sumber catatan harian





Kamis, 05 April 2018

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES DEFEKASI

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES DEFEKASI

1. Usia

setiap tahap perkembangan/usia memiliki kemampuan mengontrol proses defekasi yang berbeda. pada bayi belum bisa mengontrol secara penuh dalam buang air besar, orang dewasa sudah memiliki kemampuan mengontrol secara penuh, pada usia lanjut proses pengontrolan tersebut mengalami penurunan.

2. Diet

makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dapat membantu proses percepatan defekasi dan jumlah yang dikonsumsi pun dapat mempengaruhinya.

3. Asupan cairan

pemasukan cairan yang kurang dalam tubuh membuat defekasi menjadi keras. oleh karena itu, proses absorpsi air yang kurang menyebabkan kesulitan proses defekasi.

4. Aktifitas

dapat mempengaruhi proses defekasi karena melalui aktivitas tonus usus abdomen, pelvis, dan diafragma dapat membantu kelancaran proses defekasi.

5. pengobatan

seperti penggunaan laksantif atau antasida yang terlalu sering, kedus jenis tersebut dapat melunakkan feses dan meningkatkan peristaltik usus.

6. gaya hidup

kebiasaan atau gaya hidup dapat mempengaruhi proses defekasi. hal ini dapat dilihat dari kebiasaan  seseorang yang gaya hidupnya bersih jika mereka buang air besar ditempat yang bersih atau toilet, ketika seseorang tersebuat buang air besar ditempat terbuka atau tempat yang kotor, maka ia akan mengalami kesulitan dalam proses defekasi.

7. penyakit

biasanya penyakit tersebut berhubungan langsung dengan sistem pencernaan seperti gastroenteristis atau penyakit infeksi lainnya

8. nyeri

dapat mempengaruhi kemampuan/keinginan untuk defekasi seperti nyeri pada kasus hemorroid dan episiotomi

9. kerusakan sensoris dan motoris

dapat mempengaruhi proses defekasi karena dapat menimbulkan proses penurunan stimulasi sensoris dalam melakukan defekasi. hal tersebut dapat diakibatkan oleh kerusakan pada tulang belakang/kerussakan saraf lainnya.



thanksss :)

Rabu, 04 April 2018

GANGGUAN PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS


MAKALAH  “GANGGUAN PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PISIKOLOGI
Oleh :
Kelompok : 4 (Empat)
Kebidanan A.14.2
Putu Dewi Maharani Wiantara                       17150053
Irnawati                                                           17150061
Fenik.Lawalata                                               17150052
Wijianti                                                           17150064
Maret sisca                                                      17150070
Maria .Y.T. Ndiken                                         17150040

PROGRAM STUDI D-3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI
YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN
20017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



                                                                                        Yogyakarta, 03 April 2018

Penyusun


DAFTAR ISI

Kata pengantar.................................................................................................................................2
Daftar isi...........................................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang............................................................................................................................4
1.2  Rumusan masalah......................................................................................................................4
1.3  Tujuan penulisan........................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAAN
2.1 Pengertian masa nifas................................................................................................................5
2.2 adaptasi  psikologi pada masa nifas...........................................................................................6
2.3 Gangguan psikologi pada masa nifas.........................................................................................7
2.4 Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas...............................................................9
2.5 Kasus Gangguan Psikologis Masa Nifas.................................................................................10

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..............................................................................................................................12
3.2 Saran........................................................................................................................................13
3.3 Daftar Pustaka..........................................................................................................................14





BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Masa nifas akan menyebabkan terjadinya perubahan - perubahan pada organ reproduksi. Begitupun halnya dengan kondisi kejiwaan ( psikologis ibu, juga mengalami perubahan. Dari yang semula belum memiliki anak, kemudian lahirlah seorang bayi mungil nan lucu yang kini mendampingi ibu.  Menjadi orang tua merupakan suatu krisis tersendiri dan ibu harus mampu melewati masa transisi. Secara psikologi, seorang ibu akan mengalami akan mengalami gejala - gejala psikiatrik setelah melahirkan. Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh oleh seorang wanita dalam dalam menghadapi aktivitas dan peran barunya sebagai ibu pada beberapa minggu atau bulan pertama setelah melahirkan baik dari segi fisik maupun fisik. 

1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang didapat yaitu :
1.      Apa definisi dari Masa Nifas?
2.      Apa saja perubahan yang dialami Ibu Nifas?
3.      Gangguan apa saja yang terjadi pada ibu nifas?
4.      Apa peran bidan terhadap ibu nifas ?
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui definisi dari Masa Nifas
2.      Untuk mengetahui apa saja perubahan yang terjadi pada Ibu Nifas.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN MASA NIFAS
Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6-40 hari. Lamanya masa nifas ini yaitu ± 6 – 8 minggu (Mochtar, 1998).

Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. (Abdul Bari,2000:122).
Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281)
           
Post Partum merupakan periode waktu atau masa dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil membutuhkan waktu sekitar 6 minggu (  Farrer. 2001 ).   Post Partum  dibagi menjadi 3 periode yaitu :  Puerpureum dini, intermedial Puerpureum  dan remote puerpureum (Mochtar 1998).  Pada ibu Post Partum  mengalami perubahan-perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis.  Perubahan yang terjadi pada adaptasi fisiologis, ibu mengalami perubahan sistem reproduksi dimana ibu  mengalami proses involusio uteri, laktasi dan perubahan hormonal. sedangkan perubahan pada adaptasi psikologis adanya  rasa ketakutan dan kekhawatiran pada ibu yang baru melahirkan, dan hal ini akan berdampak  kepada ibu yang berada dalam masa nifas menjadi sensitif terhadap faktor-faktor yang mana dalam keadaan normal mampu diatasinya.
Perubahan yang mendadak pada ibu post partum penyebab utamanya adalah kekecewaan emosional, rasa sakit pada masa nifas awal, kelelahan karena kurang tidur selama persalinan dan kecemasan pada kemampuannya untuk merawat bayinya, rasa takut tidak menarik lagi bagi suaminya, terutama  emosi selama minggu pertama menjadi labil dan perubahan suasana hatinya dalam 3 - 4 hari pertama, masa ini sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh begitu banyak faktor, maka penekanan  utama adalah pendekatan keperawatan dengan memberikan bantuan, simpati dan dorongan semangat.
 Periode Post Partum menurut Rubin, 1961 (Bobak,2005) dibagi menjadi  tiga fase penyesuaian ibu terhadap perannya sebagai orang tua, yang mana fase-fase penyesuaian tersebut  Taking In Phase,  Taking Hold Phase dan Letting Go Phase.    Taking in phase  dimana perilaku ibu cenderung mengharapkan keinginannya  terpenuhi oleh orang lain, perhatian ibu terpusat pada diri sendiri, pemenuhan kebutuhan diutamakan untuk istirahat dan makan, mengenang pengalaman melahirkan, berperilaku pasif dan bergantung pada orang lain.  Diantara ketiga fase  tersebut salah satu fase yang timbul dominan terjadi gangguan Post Partum Blues pada Taking In Phase yaitu hari pertama sampai hari kedua Post Partum karena pada fase ini akumulasi harapan yang tidak terpenuhi saat ibu dituntut untuk memenuhi kebutuhan bayinya, perhatian ibu lebih tertuju pada diri sendiri, tergantung pada  perhatian dan bantuan orang lain. Hal yang utama hanya memperhatikan terhadap  kesehatan dan kesejahteraan dirinya bukan pada bayinya.  Perilaku ibu mungkin bergantung dan pasif dan ibu siap menerima bantuan dari orang lain, dalam memenuhi kebutuha fisiologis dan psikologisnya. Pada fase ini cenderung menimbulkan depresi ringan, namun bila depresi ini berkelanjutan,maka akan menimbulkan gangguan jiwa yang mengarah pada patologis.
2.2 ADAPTASI  PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS
1.      Taking in
Fase ini merupakan periode ketergantungan, yang berlangsung dari hari pertama sampai hari ke dua setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri, sehingga cenderung pasif terhadap lingkungannya. Ketidaknyamanan yang dialami antara lain rasa mules, nyeri pada luka jahitan, kurang tidur, kelelahan. Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah istirahat cukup, komunikasi yang baik dan asupan nutrisi. Gangguan psikologis yang dapat dialami oleh ibu pada fase ini adalah:
a.       Kekecewaan pada bayinya
b.      Ketidaknyamanan sebagai akibat perubahan fisik yang dialami
c.       Rasa bersalah karena belum bisa menyusui bayinya
d.      Kritikan suami atau keluarga tentang perawatan bayinya       
2.      Taking Hold
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawab dalam perawatan bayinya. Perasaan ibu lebih sensitif sehingga mudah tersinggung. Hal yang perlu diperhatikan adalah komunikasi yang baik, dukungan dan pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang perawatan diri dan bayinya. Tugas bidan antara lain: mengajarkan cara perawatan bayi, cara menyusui yang benar, cara perawatan luka jahitan, senam nifas, pendidikan kesehatan gizi, istirahat, kebersihan diri dan lain-lain.

3.      Fase Letting Go

Fase ini merupakan fase menerima tanggungjawab akan peran barunya. Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Terjadi peningkatan akan perawatan diri dan bayinya. Ibu merasa percaya diri akan peran barunya, lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya. Dukungan suami dan keluarga dapat membantu merawat bayi. Kebutuhan akan istirahat masih diperlukan ibu untuk menjaga kondisi fisiknya.

Hal-hal yang harus dipenuhi selama nifas adalah sebagai berikut:
1.      Fisik.Istirahat, asupan gizi, lingkungan bersih
2.      Psikologi.Dukungan dari keluarga sangat diperlukan
3.      Sosial.Perhatian, rasa kasih sayang, menghibur ibu saat sedih dan menemani saat ibu merasa kesepian

2.3 GANGGUAN PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS

Depresi post partum adalah depresi berat yang terjadi 7 hari setelah melahirkan dan berlangsung 30 hari. Depresi post partum pertama kali ditemukan oleh Pitt pada tahun 1988. Depresi post partum adalah depresi yang bervariasi dari hari ke hari dengan menunjukkan kelelahan , mudah marah, gangguan nafsu makan, dan kehilangan libido. Tingkat keparahan depresi post partum bevariasi. Keadaan ekstrim yang paling ringan yaitu saat ibu mengalami kesedihan sementara yang berlangsung sangat cepat pada masa awal post partum, yang disebut dengan “ baby blues/ maternity blues”. Gangguan post partum yang paling berat disebut “psikosis/psikosa post partum atau melankolia”. Diantara dua keadaan ekstrim tersebut terdapat keadaan yang mempunyai tingkat keparahan sedang yaitu “depressi post partum/neurosa post partum” . (Regina , 2011)

A.    BABY BLUES
       
Post partum blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan,labilitas persaan dan depresi pada ibu .
Diperkirakan hampir 50-70% seluruh wanita pasca melahirkan akan mengalami baby blues atau post natal syndrome yang terjadi pada hari ke-4 -10 pasca persalinan. Adapun  gejalanya yaitu Reaksi depressi / sedih/ disporia. Sering menangis ,mudah tersinggung,cemas,labilitas perasaan,cenderung  menyalahkan diri sendiri,gangguan tidur dan gangguan nafsu makan,kelelahan,mudah sedih,cepat marah,mood mudah berubah,cepat menjadi sedih dan cepat menjadi gembira. Perasaan terjebak,marah kepada pasangan dan bayinya,perasaan bersalah,dan sangat pelupa.

B.     DEPRESI POST PARTUM

Depresi post partum merupakan tekanan jiwa sesudah melahirkan mungkin seorang ibu baru akan merasa benar-benar tidak berdya dan merasa serba kurang mampu,tertindih oleh beban terhadap tangung jawab terhadap bayi dan keluarganya,tidak bisa melakukan apapuan untuk menghilangakan perasaan itu.Depresi post partum dapat berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan berkembang menjadi depresi lain lebih berat atau lebih ringan.Gejalanya sama saja tetapi di samping itu,ibu mungkin terlalu memikirkan kesehatan bayinya dan kemampuanya sebagai seorang ibu.
Jadi pada dasarnya depresi menyerang siapa aja,tetapi terutama orang-orang usia tengan baya (usia 35-50 tahun) .Misalnya gagalnya mencapai sasaran-sasaran yang telah di rencanakan anak-anak mulai meningalkan rumah dan lain-lain,semua ini bisa menyebabkan depresi.Menurut catatan psikiater orang-prang yang menikah lebih banyak mengalami depresi dari pada yang  yang tidak menikah.Para ahli mengatakan hal ini di sebabkan oleh konflik-konflik interpersonal yang timbul dalam relasi yang dekat didalam perkawinan.

C.     PSIKOSA POST PARTUM

Psikosa pospartum Merupakan gangguan jiwa yang berat yang ditandai dengan waham, halusinasi dan kehilangan rasa kenyataan ( sense of reality ) yang terjadi kira-kira 3-4 minggu pasca persalinan. Merupakan gangguan jiwa yang serius, yang timbul akibat penyebab organic maupun emosional ( fungsional ) dan menunjukkan gangguan kemampuan berfikir, bereaksi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan tindakan sesuai kenyataan itu, sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu.

2.4 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM MASA NIFAS

Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Adapun peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas antara lain:
A. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas
B. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.
C. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.
D. Membuat kebijakan perencanaan program kesehatan yang berkaitan dengan ibu dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi
E. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan
F. Memberikan informasi dan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman
G. Melakukan manajemen asuhan kebidanan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.
H. Memberikan asuhan kebidanan secara profession

2.5  Kasus Gangguan Psikologis Masa Nifas

Disuatu daerah terdapat seorang ibu hamil dengan usia kehamilannya 35+6 hari, sebut saja ibu ini adalah ibu Risa, ibu Risa ini adalah seorang dokter sukses. Dia memiliki keluarga yang mendukung, ekonomi dalam rumah tangganya pun mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Ibu Risa ingin memiliki anak dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang ibu. Pada usia kehamilan 36+3hari ibu Risa pun melahirkan seorang anak dengan keadaan tidak normal, yaitu cacat Down Syndrom yang baru diketahui setelah melahirkan.
Akan tetapi ibunya ibu Risa menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan putrinya. Ibu Risa, seperti tidak mau menerima keberadaan bayinya. Ibu Risa meyakinkan dirinya bahwa bayinya seharusnya lahir dengan keadaan atau kondisi yang normal karena dia adalah seorang tenaga kesehatan yang seharusnya tahu bagaimana cara merawat kehamilannya.
Ibu Risa mengalami masalah psikis atau mental yaitu tekanan yang mendalam pada kenyataannya bahwa dia adalah seorang dokter yang lalai menerapkan ilmu kesehatan. Ibu Risa sangat depresi, malu, dan tidak percaya diri lagi karena pernyataan orang-orang disekitarnya yang menganggap dia adalah seorang dokter yang tidak professional. Risa masih tidak dapat menerima kondisi anaknya. Ketika anaknya berumur satu bulan, depresi Ibu Risa menjadi begitu parah sehingga ia berhenti makan dan minum dan tidak bisa lagi menelan.
Dia mulai memiliki pikiran paranoid tentang orang lain - dia berpikir bahwa tetangganya di seberang jalan semua membicarakannya karena mereka pikir dia adalah ibu yang buruk. Dia menjadi kurus dan merasa ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang dokter. Lalu, ia mulai mencari cara untuk mengakhiri hidupnya. Ibu Risa dirawat di rumah sakit tiga kali dalam tujuh minggu. Dia diberi empat kombinasi anti-psikotik, anti-kecemasan, dan obat anti-depresan. Namun keluarganya sudah dapat menerima kondisi anak Ibu Risa, walaupun Ibu Risa sebagai ibunya sendiri belum dapat menerima kondisi anaknya.  


Pemecahan masalahnya :
Anak dengan Sindrom Down adalah individu yang dapat dikenali dari fenotipnya dan mempunyai kecerdasan terbatas, yang terjadi akibat adanya jumlah kromosom 21 yang berlebih. Anak yang mengalam sindrom down umumnya mengalami kelemahan otot, mulut yang terbuka, lidah yang terjulur, ukuran telinga yang abnormal, gangguan pendengaran, mengalami gangguan penglihatan, dan sebagainya.
Intervensi dini yang kita lakukan adalah jika anak tersebut misalnya: mengalami gangguan pendengaran, dapat melakukan pemeriksaan telinga sejak awal kehidupan dilakukan test pendengaran secara berkala, atau jika anak mengalami kelainan mata dapat dilakukan pemeriksaan yang rutin ke dokter mata. Memberikan lingkungan yang baik bagi anak, memberikan aktivitas motorik kasar dan halus dengan bermain dengan teman sebayanya, dan peran orang tua sangat dibutuhkan.
Dari kasus ini, ibu Risa harus diberi banyak dukungan dan pengertian dari orang-orang terdekatnya seperti suami, keluarga, maupun orang-orang disekitarnya, bahwa kelalaian adalah manusiawi. Sebagai sesama tenaga kesehatan kita sebagai bidan harus saling menguatkan dengan memberi penyuluhan tentang penyakit-penyakit yang dapat terjadi di saat masa kehamilan sampai masa nifas, memberi tahu disekitar lingkungan masyarakat ibu Risa tentang sebenarnya down sindrom itu sendiri tidak diketahui selama kehamilan, maka sepenuhnya hal ini tidak harus menjadi beban psikis bagi ibu, karena memang bukan kesalahannya.. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri dokte Risa, kita bisa membantu dia dengan memberikan konseling dan membantu memantau perkembangan anaknya dan tentunya memberi semangat pada dokter Risa untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai dokter tanpa terus-terusan menyalahkan diri sendiri.  






BAB III PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Proses adapatasi psikologi sudah terjadi selama kehamilan,menjelang proses kehamilan maupun setelah persalinan. Pada periode tersebut kecemasan seorang wanita dapat bertambah. Pengalaman yang unik dialami oleh ibu setelah persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan dan terbuka untuk bimbingan dan pembelajaran. Perubahan peran seorang ibu memerlukan adaptasi. Tanggung jawab ibu mulai bertambah
Gangguan psikologi post partum diantaranya depresi post parum, post partum blues, dan post partum psikosa.
Post Partum Blues (PBB) sering juga disebut sebagai maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan.
Depresi post partum adalah tekanan jiwa sesudah melahirkan mungkin seorang ibu bru akan merasa benar-benar tidak berdya dan merasa serba kurang mampu,tertindih oleh beban terhadap tangung jawab terhadap bayi dan keluarganya,tidak bisa melakukan apapuan untuk menghilangakan perasaan itu.Depresi post partum dapat berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan berkembang menjadi depresi lain lebih berat atau lebih ringan.Gejalanya sama saja tetapi di samping itu,ibu mungkin terlalu memikirkan kesehatan bayinya dan kemampuanya sebagai seorang ibu.
Psikosa pospartum Merupakan gangguan jiwa yang berat yang ditandai dengan waham, halusinasi dan kehilangan rasa kenyataan ( sense of reality ) yang terjadi kira-kira 3-4 minggu pasca persalinan. Merupakan gangguan jiwa yang serius, yang timbul akibat penyebab organic maupun emosional ( fungsional ) dan menunjukkan gangguan kemampuan berfikir, bereaksi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan tindakan sesuai kenyataan itu, sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu.



3.2  Saran

a.        Bagi Mahasiswa
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
      b.     Bagi Petugas – petugas Kesehatan
Diharapkan dengan makalah  ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang  kebidanan sehingga dapat memaksimalkan  kita untuk memberikan health education dalaM menangani gangguan – gangguan psikologis pada ibu dalam masa nifas























3.3  Daftar Pustaka


Ambarwati, E.R., dan D. Wulandari. 2010.Asuhan Kebidanan Nifas. Cetakan Keempat. Mitra Cendikia Press. Yogyakarta.

Anggraini, Y. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Cetakan Pertama. Pustaka Rihama.Yogyakarta.

Arfian, S. 2012. Baby Blues. Mengenali Penyebab, Mengenali Gejala, Dan Mengantisipasinya. Solo: Metagraf

Saleha, S. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Salemba medika. Jakarta.

Selasa, 03 April 2018

Proses penyembuhan luka

proses penyembuhan luka 


proses penyembuhan luka melalui 4 tahap :

1. tahap respon inflamasi akut terhadap cedera. 

tahap ini dimulai saat terjadinya luka. pada tahap ini, terjadi proses hemostatis yang ditandai dengan pelepasan histamin dan mediator lain lebih dari sel sel yang rusak, disertai proses peradangan dan migrasi sel darah putih ke daerah rusak.

2. tahap destruktif. 
pada tahap ini, terjadi pembersihan jaringan yang mati oleh leukosit polimorfonuklear dan makrofag.

3. tahap poliferatif. 
pada tahap ini, pembuluh darah baru diperkuat oleh jaringan ikat dan menginfiltrasi luka.

4. tahap maturasi. 
pada tahap ini, terjadi reepitelisasi, konstraksi luka, dan organisasi jaringan ikat.

Senin, 02 April 2018

cara membuat larutan desinfeksi (savlon)

cara membuat larutan desinfeksi (savlon)


Persiapan alat dan bahan :

1. savlon
2. gelas ukur
3. baskom berisi air secukupnya

prosedur kerja

1. masukkan larutan savlon 0,5% sebanyak 5 cc ke dalam 1 liter air.
2. masukkan larutan savlon 1% sebanyak 10 cc ke dalam 1 liter air.

Sabtu, 31 Maret 2018

Cara membuat larutan desinfeksi (lisol dan kreolin)

Cara membuat larutan desinfeksi (lisol dan kreolin)



persiapan Alat dan Bahan :



a. larutan lisol/kreolin
b. gelas ukur
c. baskom berisi air.





prosedur kerja :



1. masukkan larutan lisol/kreolin 0,5% sebanyak 5 cc ke dalam 1 liter air, larutan ini dapat digunakan untuk mencuci tangan
2. masukkan larutan lisol/kreolin 2% atau 3% sebanyak 20 cc atau larutan lisol/kreolin 3% sebanyak 30 cc ke dalam 1 liter air. larutan ini dapat digunakan untuk merendam peralatan medis.

Jumat, 30 Maret 2018

Cara membuat larutan defisenfeksi (sabun)

Cara membuat larutan defisenfeksi (sabun)


persiapan alat dan bahan :

1. sabun padat/krim/cair.
2. gelas ukur
3. timbangan
4. sendok makan
5. alat pengocok
6. air panas/hangat dalam tempatnya
7. baskom

prosedur kerja :

1. masukkan 4 gr sabun atau krim ke dalam 1liter air panas/hangat, kemudian diaduk sampai larut
2. masukkan 3 cc sabun cair ke dalam 1 liter air panas/hangat, kemudian diaduk sampai larut.

Larutan ini dapat digunakan untuk mencuci tangan atau peralatan medis.

puisi pancasila tetap abadi

[PUISI] Pancasila Tetap Abadi Sudah cukup banyak nyawa yang kita korbankan Sudah cukup banyak tangis yang kita dengarkan Sudah ...