Untukmu Pahlawan Indonesiaku
Demi negri...
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa...
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan
Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri
Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat...
Runtuhkan tebing semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
puisi pancasila tetap abadi
[PUISI] Pancasila Tetap Abadi Sudah cukup banyak nyawa yang kita korbankan Sudah cukup banyak tangis yang kita dengarkan Sudah ...
-
Cara membuat larutan desinfeksi (lisol dan kreolin) persiapan Alat dan Bahan : a. larutan lisol/kreolin b. gelas ukur c. baskom ber...
-
Anatomi fisiologi organ reproduksi wanita 1. Genetalia eksterna (alat kelamin luar) A. Mons veneris Disebut juga gunugn ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar