Rabu, 28 Maret 2018

Faktor yang berpengaruh dalam pengaturan cairan


Faktor yang berpengaruh dalam pengaturan cairan


1.     Tekanan cairan
Proses disfusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan. Dalam proses osmosis, tekanan osmotik merupakan kemampuan partikel pelarut untuk menarik larutan melalui membran. Bila terdapat dua larutan dengan perbedaan konsentrasi maka larutan yang konsentrasi molekulnya lebih pekat dan tidak dapat bergabung disebut koloid. Sedangkan larutan dengan kepekataan yang sama dan dapat bergabung , maka larutan itu disebut kristaloid. Sebagai contoh, koloid adalah apabila larutan bercampur dengan plasma, sedangkan larutan kristaloid adalah larutan garam. Larutan intravena yang hipotonik, yaitu larutan yang mempunyai konsentrasi kurang pekat dibanding dengan konsentrasi plasma darah. Hal ini menyebabkan, tekanan osmotik plasma akan lebih besar dibandingkan dengan tekanan osmotik cairan interstisial karena konsentrasi protein dalam plasma lebih besar dibanding cairan interstisial dan molekul protein lebih besar, sehingga membentuk larutan koloid dan sulit menembus membran semipermiabel.
Tekanan hidrostatik adalah kemampuan tiap molekul larutan yang bergerak dalam ruang bertutup. Hal ini penting untuk pengaturan keseimbangan cairan ekstra dan intrasel.
2.     Membran semipermiable
Merupakan penyaring agar cairan yang bermolekul besar tidak tergabung. Membram semipermeabel ini terdapat pada dinding kapiler pembulul darah, yang terdapat di seluruh tubuh sehingga molekul atau zat lain tidak berpindah jaringan.


5 komentar:

puisi pancasila tetap abadi

[PUISI] Pancasila Tetap Abadi Sudah cukup banyak nyawa yang kita korbankan Sudah cukup banyak tangis yang kita dengarkan Sudah ...