Faktor
yang berpengaruh dalam pengaturan cairan
1. Tekanan cairan
Proses
disfusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan. Dalam proses osmosis,
tekanan osmotik merupakan kemampuan partikel pelarut untuk menarik larutan
melalui membran. Bila terdapat dua larutan dengan perbedaan konsentrasi maka
larutan yang konsentrasi molekulnya lebih pekat dan tidak dapat bergabung
disebut koloid. Sedangkan larutan dengan kepekataan yang sama dan dapat
bergabung , maka larutan itu disebut kristaloid. Sebagai contoh, koloid adalah
apabila larutan bercampur dengan plasma, sedangkan larutan kristaloid adalah
larutan garam. Larutan intravena yang hipotonik, yaitu larutan yang mempunyai
konsentrasi kurang pekat dibanding dengan konsentrasi plasma darah. Hal ini
menyebabkan, tekanan osmotik plasma akan lebih besar dibandingkan dengan
tekanan osmotik cairan interstisial karena konsentrasi protein dalam plasma
lebih besar dibanding cairan interstisial dan molekul protein lebih besar,
sehingga membentuk larutan koloid dan sulit menembus membran semipermiabel.
Tekanan
hidrostatik adalah kemampuan tiap molekul larutan yang bergerak dalam ruang
bertutup. Hal ini penting untuk pengaturan keseimbangan cairan ekstra dan
intrasel.
2. Membran semipermiable
Merupakan
penyaring agar cairan yang bermolekul besar tidak tergabung. Membram semipermeabel
ini terdapat pada dinding kapiler pembulul darah, yang terdapat di seluruh
tubuh sehingga molekul atau zat lain tidak berpindah jaringan.
Izin share ya
BalasHapusOKE GAN ;)
HapusSemoga bermanfaat dan terus kembangkan
BalasHapussiap boss
Hapus👍
BalasHapus